Menara Telekomunikasi

GEMA MENARA – Dalam kamus Bahasa Indonesia radiasi diartikan sebagai pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang. Maka jika berbicara mengenai radiasi yang ditimbulkan oleh BTS (Base Transceiver Station) menara telekomunikasi, berarti  radiasi yang dimaksud adalah pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik (GEM).

Pada radiasi pancaran GEM, dikenal dengan adanya radiasi pengion dan radiasi non pengion. Radiasi pengion adalah gejala yang secara ilmiah dinyatakan sebagai penyebab gangguan kesehatan manusia.

Radiasi karena pancaran GEM (gelombang elektromagnetik) dengan frekuensi di atas cahaya tampak terbukti dapat menimbulkan ionisasi pada tubuh manusia dan pada media yang dilaluinya. Meskipun GEM GSM/DCS berada pada frekuensi di bawah cahaya tampak yang artinya tidak memungkinkan terjadi ionisasi pada jalur yang dilaluinya, tetapi polemik dan rumor mengenai efek radiasinya telah menjadi perdebatan yang berkepanjangan.

Salah satu persoalan yang paling sering muncul pada saat sosialisasi rencana pembangunan BTS menara telekomunikasi adalah mengenai dampak negatif radiasi yang ditimbulkan oleh perangkat tersebut terhadap kesehatan manusia khususnya masyarakat di sekitar dan hewan serta tumbuhan. Rumor yang beredar di masyarakat, radiasi dari perangkat telekomunikasi tersebut dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit yang ringan seperti gatal-gatal pada kulit, gangguan kesuburan pada wanita, impotensi pada pria dan bahkan sampai serangan jantung mendadak, serta merusak jaringan otak (cancer otak), sedangkan bagi binatang peliharaan dapat menyebabkan mati mendadak.

Meskipun rumor tersebut tidak pernah terbukti, tetapi masih sering masalah radiasi menjadi alasan penolakan pembangunan BTS di berbagai tempat. Ironisnya para penganut kepercayaan rumor radiasi tersebut juga masih aktif menggunakan telepone seluler.

Bahaya radiasi BTS diukur oleh satuan yang disebut dengan tingkat paparan radiasi ; SAR (Specific Absorption Rate). Ambang batas yang ditentukan oleh International Commision on Non-Ionozing Radiation Protection (ICNIRP) sebesar 2,0 watt/kg. Sementara menurut Federal Communications Commission (FCC) besarnya 1,6 watt/kg. Umumnya, tingkat radiasi BTS masih di bawah angka tersebut. Hanya saja, besar kecilnya angka SAR tidak menjamin dapat terhindar dari dampak negatif radiasi alat telekomunikasi terutama telepone seluler jika dalam penggunaannya cenderung dengan intensitas tinggi dan terlalu dekat dengan tubuh (khususnya bagian kepala). Sehingga sesungguhnya penggunaan telepone seluler dengan intensitas tinggi memiliki potensi dampak radiasi lebih besar dibandingkan dengan perangkat telekomunikasi yang berada pada menara telekomunikasi yang ditempatkan di ketinggian jauh dari manusia.

Untuk menghasilkan efek kesehatan yang merugikan dibutuhkan paparan dengan SAR sekurang-kurangnya 4 W/kg. Sedangkan batas yang dapat diterima menurut standar National Radiological Protection Board (NRPB) pada pemakaian telepon seluler yang berarti batas besarnya energi yang diserap di kepala yaitu sebanding dengan 0,1 Watt terserap pada 10 gram jaringan selama 6 menit rata-rata. Perhitungan ini memperkirakan bahwa kepala tidak akan naik suhunya lebih dari 1º walaupun setelah menerima paparan dalam jangka waktu lama. Sementara untuk stasiun pemancar batasnya adalah 0,4 Watt/Kg selama 15 menit rata-rata terserap oleh seluruh tubuh dengan asumsi jarak tubuh dengan pemancar hanya beberapa meter saja. Untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat ditetapkan bahwa paparan yang diperbolehkan adalah 0.5 hingga 1 mW/cm2.

Meskipun banyak penelitian ilmiah yang telah dilakukan dan membuktikan bahwa tidak terdapat pancaran radiasi pengion dari BTS menara telekomunikasi, sedangkan radiasi non pengion yang bersifat elektromagnetik pada rentang frekuensi yang digunakan oleh operator telekomunikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang ditentukan. Tetapi, tidaklah mudah merubah persepsi salah tentang bahaya radiasi yang dipancarkan BTS menara telekomunikasi yang selama ini sudah terlanjur beredar luas di masyarakat .

Bukti kongkret bahwa BTS telekomunikasi tidak mengganggu kesehatan manusia, yaitu hampir di setiap kota pihak operator seluler ataupun tower provider bekerja sama dengan pihak rumah sakit (RS), baik RS swasta maupun RS pemerintah, dalam hal penempatan antena telekomunikasi. Pada umumnya dipasang di bagian atap (roof top) bagunan tinggi di rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk kemudahan sarana komunikasi baik bagi pasien, keluarga pasien maupun tenaga medis.

Fakta inilah yang seharusnya disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa perangkat yang berada pada menara telekomunikasi tidak berbahaya bagi kesehatan manusia terlebih bagi hewan dan tumbuhan. Selain itu perlu kiranya dihindari penggunaan telepone seluler dengan intensitas tinggi serta terlalu dekat dengan tubuh terutama kepala, guna menghindari resiko yang mungkin saja ditimbulkan.

sumber : Hasil pemantauan terhadap radiasi BTS milik PT.Protelindo oleh Unit Rumah Produksi FK-UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*