Pembangunan Menara Telekomunikasi

GEMA JAVARAYA – Pada awal tahun 2012 ini, PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), yang merupakan salah satu penyedia menara (tower)  telekomunikasi yang beroperasi di Indonesia, melakukan penambahan (pembangunan baru) tower telekomunikasi di beberapa lokasi dalam kota Makassar, Sulawesi Selatan. Enam lokasi diantaranya pembangunan dilaksanakan oleh PT.Trikarya, yang merupakan rekanan dari Protelindo.

Makassar merupakan kota metropolitan yang berkembang sangat pesat. Sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI), kota ini selain menjadi tujuan baru bagi investasi juga merupakan tempat transit untuk tujuan ke kota-kota lain di kawasan, dengan sarana utama  Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, yang aktifitasnya  sangat padat.

Dengan posisinya yang demikian kebutuhan akan sarana telekomunikasi di kota Makassar pun meningkat. Banyak operator telekomunikasi yang melakukan penambahan jaringan guna memenuhi tuntutan pelanggan, satu diantaranya operator selular XL, yang infrastruktur menaranya disediakan oleh Protelindo tersebut.

Sebagai kota besar, Makassar dengan penduduknya yang beragam, pembangunan menara telekomunikasi memberikan tantangan tersendiri bagi tim site acquisition (sitac). Tantangan terberat dimulai dari pencarian lokasi, dimana pembangunan tower telekomunikasi oleh operator selular diarahkan pada area padat penduduk, tentunya dengan tujuan  antara lain untuk meningkatkan kemampuan coverage operator bersangkutan. Sulitnya mencari titik lokasi telah dirasakan pada proses ini, selain kecenderungan adanya penolakan warga sekitar, lahan yang memenuhi syarat pun sulit ditemukan di kawasan padat penduduk.

Tantangan selanjutnya adalah pada saat sosialisasi ijin warga. Sebagai salah satu syarat pembangunan tower telekomunikasi, ijin warga merupakan bagian tersulit dikerjaan oleh tim sitac di kota Makassar. Akan tetapi kondisi ini tidak menyurutkan semangat dan motivasi tim sitac untuk meyelesaiakan pekerjaannya tersebut. Dengan profesionalme yang dimiliki, maka tim sitac telah mengetahui langkah dan upaya yang akan dilakukan untuk suksesnya project.

Penolakan warga terhadap pembangunan menara telekomunikasi di beberapa lokasi/site pada umumnya didasari alasan-alasan yang sebenarnya tidak kuat. Tetapi terkadang yang terjadi ada pihak-pihak yang melakukan provokasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu, selain itu ada juga yang didasari kecemburuan sosial, biasanya ada oknum tetangga dari pemilik lahan (atau genung) yang disewa provider tower yang merasa iri hati karena tetangganya mendapatkan dana yang cukup besar dari sewa-menyewa lahan/gedung, sehingga oknum tersebut berupaya menggagalkan.

Alasan klasik yang dipaparkan oleh warga terkait penolakan terhadap  pembangunan tower telekomunikasi biasanya seputar bahaya radiasi dari perangkat, kemungkinan gangguan frekuensi terhadap alat elektronik serta kemungkinan rubuhnya menara.

Yang pertama,  persoalan radiasi perangkat, institusi resmi yakni Fakultas Tehnik Universitas Gajah Mada, melalui program studi Magister Rekayasa Keselamatan Industri pernah me-release  sertifikat, yang didasarkan atas penelitian di BTS Widuran-Solo Jawa Tengah milik PT. Telekomunikasi Selular  yang isinya sebagai berikut :

  1. Terbukti tidak terjadi radiasi pengion akibat perangkat BTS tersebut. Radiasi pengion adalah gejala yang secara alamiah dinyatakan sebagai penyebab menggangu kesehatan manusia
  2. Hasil pengukuran dengan menggunakan peralatan yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, telah diperoleh hasil pengukuran radiasi elektromagnetik sebesar 0,00120 mW/cm persegi dan hasil dari perhitungan secara teoritis sebesar 0,00180 mW/cm persegi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut jauh dibawah batas ketentuan internasional yakni antara 0,5 mW/cm persegi sampai 1,0 mW/cm persegi

Berdasarkan sertifikat tersebut disimpulkan bahwa pancaran antena GSM/DCS dari BTS, tidak membahayakan bagi warga di sekitar menara telekomunikasi.

Kedua, mengenai kemungkinan frekuensi seluler yang dipancarkan dari antena menara telekomunikasi / BTS mengganggu frekuensi radio dan televisi. Kekhawatiran dan alasan tersebut tidaklah tepat sebab jaringan selular mengunakan frekuensi pada 900/1800 mHz, yang tentunya berbeda dengan frekuensi radio dan televisi, sehingga tidak dimungkingkan adanya gangguan terhadap perangkat elektronik.

Hal ketiga, kemungkinan rubuhnya  menara telekomunikasi.  Jika kekhawatiran warga didasarkan pada rasa takut, tentu hal tersebut sangat relatif, karena setiap orang memiliki persepsinya sendiri, yang terkadang berbeda dengan yang sebenarnya (fakta). Akan tetapi jika ditinjau secara teknis, pembangunan menara telekomunikasi telah melalui proses dan perhitungan struktur yang teliti yang dilakukan oleh lembaga resmi yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga secara teknis tidak akan rubuh.

Sehingga dengan sosialisasi yang baik serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, diharapkan penolakan terhadap pembangunan menara telekomunikasi tidak akan terjadi, mengingat pembangunan jaringan telekomunikasi akan memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama kemudahan telekomunikasi.

 

 

 

 

 

1 Comment

  • DENDI says:

    Salam Kenal Buat Operator Lapangan Untuk Penyedia Bts Telkomunikasi Seluler
    Disi Saya Mengajukan Penawaran Pemasangan Bts Untuk
    Operator = Smartfren Dan Xl
    Di Desa Saya Yg Ber Alamat Kan
    Desa Sebau
    Kce = Gelumbang
    Kab = Muara Enim
    Propinsi Palembang
    Dengan Lahan Yg Di Sediakan Ukuran = Lebar 20 Meter Panjang 27 Meter
    Untuk Lahan Pembagunan Bts
    Posisi Tempat Strategis
    Di Pingir Jalan Utama I Desa Sebau Bertempat Di Tengah2 Desa Sebau Samping Sd 1 Desa Sebau
    Di Desa Ini Di Kelilingi 8 Desa Yang Belum Ada Sama Skali
    Bts Operator = Smarfren Dan Xl
    Dan Pada Tahun 2018 Nanti Desa Sebau Ini Akan Menjadi Kecamatan
    Dan Gelumbang Akan Menjadi Kabupaten Nya
    Jika Ada Operator Bts Yang Ber Minat Nensurvey Lapangan Nya Silkan
    Hubungi Di No = 081377757799 Dan 085758666789 A?N Dendi
    Nb, Lahan Adalah Milik Pribadi Dan Sudah Mempunyai Sertivikat Tanah Nya
    Terimakasih Semoga Ada Yg Ber Minat Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*