Menara Telekomunikasi

Menara Telekomunikasi

GEMA MENARA – Bertambahnya jumlah pengguna jaringan telekomunikasi selular berimbas pada bertambahnya kebutuhan akan menara/tower telekomunikasi di berbagai wilayah yang dianggap potensial bagi operator selular selaku penyedia layanan.

Akan tetapi peningkatan kebutuhan masyarakat ini rupanya tidak serta merta berbanding lurus dengan mudahnya proses pembangunan menara terebut. Penolakan demi penolakan oleh warga sekitar lokasi rencana pembangunan tower telekomunikasi selalu ada, terutama di kota-kota besar, yang masyarakatnya semakin kritis.

Dalam berbagai kasus, permintaan kompensasi cenderung semakin meningkat, baik jumlah kasusnya maupun besaran nilai nominalnya, masyarakat menjadikan semakin “pintar” dengan menjadikan kompensasi sebagai bergaining position  kepada pemilik tower telekomunikasi atas persetujuan yang mereka berikan.

Dalam situasi semacam ini, peran serta pemerintah dalam mensosialisaikan dampak keberadaan menera telekomunikasi yang didirikan di sekitar pemukiman warga sangat dibutuhkan. Sehingga semua pihak baik perusahaan maupun masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pembangunan sarana telekomunikasi tersebut.

Sejauh ini, sebenarnya setiap pemilik menara telekomunikasi selalu memberikan jaminan kepada masyarakat atas resiko yang mungkin timbul akibat kelalaian teknis dari setiap pembangunan menara, baik berupa ganti rugi atas rusaknya harta-benda, pengobatan maupun santunan atas warga yang meninggal jika musibah tersebut terjadi.

Tetapi fakta dilapangan, biasanya masyarakat lebih pragmatis dan transaksional. Hal ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan pemilik menara telekomunikasi dalam mngambil kebijakan yang strategis untuk penyelesaian pembangunan tersbut

7 Comments

  • Jusmin says:

    Kami Tinggal di sebuah Desa yang susah sekali berkomunikasi lewat Hp.Kami berharap di Desa kami ini di bangun Menara Telekomunikasi agar kami tidak ketinggalan juga di bidang informasi

  • riwayat says:

    Kami mohon petunjuk kemana harus mengajukan proposal tower jaringan seluler, kl melihat jumlah penduduk 1 kecamatan kami mencapai 20.000 orang, saat ini kami masih sangat kesulitan tentang sinyal tlpon seluler, apalagi sinyal internet, kami ada di kampung punjul agung kecamatan buay bahuga kabupaten way kanan lampung. Mohon solusinya.

  • silahkan membuat surat permohonan dari kepala desa atau camat setempat, kemudian masukan ke kantor perwakilan operator (Telkomsel) terdekat.

    terimakasih

  • Rommel says:

    Berapa kompensasi atau ganti rugi yang diberikan untuk sewa tiap tahun kepada pemilik lahan? Kebetulan ada saudara saya yang akan didirikan tower BTS di lahannya? Terima kasih.

  • Ifa says:

    Salaam, ada contoh proposal pengadaan tower terkomsel d kecamatan ? Apa saja yt perlu d persiapakan sebelum presentasi di telkomsel. Mohon bantuannya pak, ada 2 kecamatan terisolir d daerah saya. Email : musdalifahyusuf@yahoo.co.id

  • Tidak ada format baku untuk pengajuan yang Anda maksud, tetapi untuk mengajukan permohonan silahkan membuat surat yang ditujukan kepad operator seluler, kalau untuk kasus daerah terpencil, sebaiknya ke Telkomsel, kemudian berikan gambaran mengenai jumlah penduduk dan kondisi daerah Anda, sebaiknya pak camat dan atau bapak Bupati ikut bertandatangan pada Surat tersebut.

  • Besaran nilai sewa berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu antara penyewa dan pemilik lahan, tentu besarannya berbeda beda sesuai dengan posisi lokasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*