Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/yudhi/public_html/wp-content/plugins/online-wp/online-wp.php on line 207 and defined in /home/yudhi/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 992
Dasar-dasar Pemilihan Lokasi dalam Site Investigation Survey

Dasar-dasar Pemilihan Lokasi dalam Site Investigation Survey

September 14, 2010
by yudhi trisnanta

GEMA JAVARAYAKegiatan Site Investigation Survey (SIS)/investigasi lokasi rencana pembangunan tower telekomunikasi merupakan hal paling penting dalam proses pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan proses selanjutnya. Ada tiga pripsip dasar yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi

Siap menuju lokasi

1. Leaseable (Dapat diakusisi)

Tim Survey harus melakukan investigasi sehingga dapat memastikan bahwa lahan yang akan dijadikan kandidat (alternatif) dapat diakuisisi (dibeli maupun sewa). Suatu lahan dapat diakuisisi apabila :

  1. Jelas pemilik dan status kepemilikannya
  2. Tidak dalam keadaan sengketa baik kepemilikan maupun batas-batasnya
  3. Tidak dijadikan jaminan kepada pihak lain
  4. Pengajuan harga lahan oleh pemilik sesuai dengan harga yang berlaku di daerah tersebut.

2. Permitable (Perijinan OK)

Tim Survey harus memastikan bahwa semua perijinan memungkinkan untuk pembangunan tower telekomunikasi di tempat tersebut. Tim harus memastikan bahwa :

  1. Tidak terdapat penolakan oleh warga sekitar baik secara individual maupun kolektif (Adat).
  2. Apabila kandidat lebih dari satu, maka pastikan bahwa radius ketinggian tower tidak berpotongan dengan radius kandidat lain sehingga tidak membuka peluang untuk gagal IW pada semua kandidat.
  3. Lahan tidak terkena Garis Sempadan Bangunan (GSB), Garis Sempadan Jalan dan Garis Sempadan Sungai (GSS) yang berlaku (Perlu rekomendasi dari Tata Kota / Pemda)
  4. Semua regulasi yang berlaku di daerah tersebut tidak ada yang secara khusus mengatur tentang pembatasan pembangunan tower telekomunikasi, dalam hal ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
  5. Apabila terdapat pengaturan secara khusus mengenai pembatasan ijin, maka tim harus mampu mendiskripsikan peluang yang ada untuk kelanjutan pembangunan tower telekomunikasi tersebut.
  6. Daerah rencana pembangunan tower bukan merupakan kawasan yang tidak diijinkan bagi penempatan bangunan.
  7. Dalam hal rencana pembangunan tower berada dalam kawasan khusus (misalnya di KKOP/sekitar bandara, perhutani/kawasan hutan, tanah milik negara, tanah adat dsb) maka  harus berkoordinasi dengan institusi terkait.

3. Contructable (Layak untuk Kontruksi)

Tujuan akhir dari survey ini adalah menyediakan tempat bagi berdirinya tower telekomunikasi sehingga daerah tersebut dapat dijangkau oleh jaringan telekomunikasi, untuk itu hal terakhir yang yang harus dipastikan dan menjadi dasar penentuan lokasi tower telekomunikasi adalah bahwa di lahan tersebut dapat dibangun tower telekomunikasi. Syarat-syaratnya sebagai berikut

  1. Luas lahan sesuai dengan kebutuhan
  2. Pasokan Daya / Listrik tersedia dan mencukupi
  3. Akses jalan menuju lokasi tersedia dan mudah dijangkau. (Usahakan akses lokasi masih milik pemilik lokasi bukan milik orang lain)
  4. Bukan daerah banjir, atau rawan longsor
  5. Tidak membutuhkan pekerjaan tambah dengan tingkat kesulitan dan resiko tinggi

Dengan ketiga prinsip dasar tersebut diharapkan Tim Survey sukses menemukan lokasi untuk pembangunan tower telekomunikasi yang direncanakan.

Semoga Sukses

Comments are closed.