Sukses adalah Suatu Pencapaian

by yudhi trisnanta

Saya masih ingat, waktu kecil ketika ada orang tua bertanya “Nak, nanti besar mau jadi apa?”, jawaban sebagai anak kecil pasti “Mau jadi dokter”, begitupun orang tua “menganjurkan” anaknya, “Nak, nanti besar jadi dokter ya”

Tidak ada yang mengtakan “Nak, kalau besar jadi tukang loper koran, ya” atau “Nak nanti besar jadi tukang angkut sampah, ya”

Bagaimana kira-kira kalau semua anak-anak itu konsisten dengan jawaban masa kecil “Mau jadi dokter”, mungkin bumi ini dipenuhi dengan dokter dan menjadi “negri dokter” serta tidak ada pasien lagi, karena setiap orang yang sakit pasti langsung ditangani oleh dokter yang ada didalam keluarganya, kalau demikian dokter tidak lagi mendapat penghasilan dari profesinya (baca : dokter tidak bisa dapat duit lagi)

Untunglah anak-anak ini tidak konsisten sehingga hanya sebagian kecil saja yang benar-benar jadi dokter, sehingga jawaban latah “Nanti besar mau jadi dokter” masih terdengar sampai hari ini, bahkan dipakai untuk iklan dari sebuah produk susu.

Mengapa orang tua “mengarahkan” anak “Nanti besar jadi dokter”?

Jawabannya adalah : bahwa setiap orangtua ingin anaknya meraih sukses, dan dengan sukses itu akan merasakan kebahagiaan.

“Dokter” di sebagian masyarakat dipandang sebagai suatu sukses, baik secara sosial maupun ekonomi.

Sukses, sukses dan sukses, itulah hal yang dikejar hampir setiap orang di bawah kolong langit ini, dan begitu banyak orang yang frustasi karena merasa tidak sukses padahal sudah habis-habisan ingin berupaya, di tempat lain tidak sedikit pula yang merasa sukses ketika sudah memiliki rumah megah, mobil mewah, deposito milyaran, (mungking juga) banyak istri, dan sebagainya.

Itukah yang disebut sukses, ketika kita telah memiliki segalanya yang ada di dunia ini (kecuali nafas hidup, sebab itu milik yang Ilahi)?

Jawabanya adalah, bisa “ya” dan bisa “bukan”

“Ya” jika semua yang kita peroleh adalah target yang pernah direncanakan dan dengan semua itu membuat kita merasakan kebahagiaan.

“Bukan” jika semua yang kita peroleh hanyalah sebagai hasil dari sebuah obsesi yang tak jelas ujungnya, sehingga selalu merasa kurang, kurang dan kurang, dan akhirnya kita terus mencari, mencari dan mencari tapi tidak pernah menemukan (Baca : merasakan penderitaan / sengsara)

Jadi apa sesungguhnya Sukses?

Sukses adalah suatu pencapaian dari sebuah target yang telah ditetapkan, sehingga dengan kata lain sukses adalah sesuatu yang terukur.

Implikasi dari suatu sukses adalah bahagia. Berbeda dengan sukses, bahagia tidak terukur, abstrak, dan hanya dapat dirasakan.

Sebagai suatu ilustrasi, Si A merencanakan (baca : mentargetkan) akan bangun dari tidur setiap pagi sebelum pukul 6 pagi.

Hari pertama Si A bangun pukul 05:59 pagi, Si A disebut sukses, dan ia sangat bahagia karena ternyata ia bisa bangun pagi, sebab selama ini ia selalu terlambat ke kantornya karena bangun kesiangan.

Hari kedua, ketiga, keempat selalu demikian.

Hari kelima, karena begitu lelah di hari ke empat, ia bangun pukul 06:02 pagi, Si A disebut tidak mencapai sukses, walaupun dia tidak begitu kecewa karena Cuma terlambat 2 menit.

Jadi sesungguhnya untuk mencapai sukses dan merasakan bahagia adalah hal yang sangat mudah, walaupun kenyataanya begitu banyak manusia tidak merasakannya bahkan sampai menyalahkan diri sendiri, orang lain ataupun Tuhan sebagai penyebab ketidaksuksesannya.

Manajemen Simpatik, memberi tips sebagai berikut :

Untuk mencapai sukses dan merasakan kebahagiaan yang harus dilakukan adalah :

  1. Tetapkan target (sesuatu yang harus dicapai) berdasarkan kemampuan dan potensi upaya yang kita miliki
  2. Berusahalah capai target itu dengan upaya yang optimal, dan jauhkan putus asa sampai tujuan tersebut dicapai dan tetaplah konsisten serta percaya diri
  3. Jauhkan diri anda dari standar sukses yang ditetapkan oleh orang-orang disekeliling anda tanpa memperhatikan potensi yang anda miliki
  4. Hilangkan persepsi salah mengenai sukses, dari pikiran anda
  5. Ketika sukses itu telah anda capai, tebarkanlah kebahagiaan yang anda rasakan kepada semua orang terutama mereka yang disekeliling anda.

Selamat mencoba semoga Anda Sukses dan selalu Bahagia.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*