Sukses itu mudah

by yudhi trisnanta

GEMA JAVARAYA – Membaca judul di atas, pasti ada pembaca yang menganggap penulis blog ini sedang tidak “sehat” (baca : tidak waras), masa’ laba-laba disebut tangguh, kalau spiderman memang tangguh, tapi itu ‘kan hanya cerita fiksi…..

Tunggu dulu, jangan cepat buruk sangka sebab buruk sangka merupakan salah satu penyakit jiwa yang paling mematikan, selain iri hati dan dengki.

Di sini penulis juga tidak akan menceritakan kembali “ketangguhan” sang manusia laba-laba alias spiderman yang ada dalam kisah film, tetapi akan dikisahkan tentang sebuah ketangguhan yang terinspirasi dari ketakjuban terhadap kemampuan seekor laba-laba.

Beberapa tahun silam, ketika itu aku begitu rapuh, ragu dan sangat kawatir terhadap hari esok yang membentang yang harus ku-jalani, dalam kegalauan itu aku takjub terhadap suatu penampakan (tapi jangan pikir lihat hantu atau makluk halus lho……).

Di belakang rumahku ada dua pohon, tingginya lebih 5 meter, jarak ujung dahan/daun (samping) pohon yang satu dengan yang lainnya sekitar 4 – 5 meter, untuk seekor burung adalah hal mudah pindah dari satu pohon ke pohon yang lain, tapi ini laba-laba, tak bersayap dan tubuhnyapun kecil. Di situ terbentang sebuah jaring bening, sangat rapi, lebarnya sekitar satu setengah meter dan menghubungkan kedua pohon tersebut di bagian atas (antar daun). Pemilik jaring tersebut nyaris tak terlihat karena kecilnya.

Ini luar biasa, untuk bisa tetap hidup (bukan sekedar bertahan hidup), seekor laba-laba kecil tak pernah menyerah, ia membangun sesuatu yang sulit dibayangkan bagaimana caranya (kecuali Anda laba-laba, pasti tahu), ia kecil tapi tak lantas menempel dan menjadi parasit pada makluk lain, ia juga tidak seperti bungklon yang mengelabuhi mangsanya, tapi ia manjadi diri sendiri, kreatif dan berusaha dengan caranya sendiri, pantang menyerah. Ia begitu tangguh.

Sejak hari itu, aku terinspirasi ketangguhan si laba-laba kecil, dan hari-hariku merupakan sukses, tak pernah gagal kutemui dalam hidupku, bagiku gagal itu adalah ketika esok tiba, mata ini tak mampu melihat lagi matahari, telinga ini tak mendengar lagi kokok jago, hidung ini tak menghirup lagi sejuknya udara pagi, jantung ini tak lagi berdenyut, darah ini tak lagi mengalir dan tubuh ini tak lagi bergerak, terbujur kaku diiringi ratap tangis nan pilu, oleh mereka yang tak mengerti arti tangisannya. (Sebab segala yang pernah berawal pada saatnya akan mencapai kesudahannya)

Sukses, membuat hari-hari begitu indah kulewati, tak ada kesedihan, tak ada kesulitan, tak ada putus asa dan tak pernah lelah untuk terus berkarya.

Kesulitan hanyalah salah satu suplemen untuk membuatku semakin tangguh mencapai sukses hari-hariku.

Sukses…… sukses….. dan sukses…… itulah hari-hari setiap orang yang masih hidup, sebab hanya dengan sukses, kebahagiaan dapat dirasakan.

Diantara para pembaca aku yakin tak seorang pun yang tidak suka melihat kupu-kupu, binatang ini begitu indah, mengagumkan, boleh dikata ia merupakan bidadarinya para binatang di angkasa.

Tapi, siapa gerangan yang suka pada ulat…?

Hampir semua anak-anak (begitupun masa kanak-kanakku) jijik atau tidak suka dengan binatang yang bernama ulat, tapi mereka semua begitu mnyukai kupu-kupu, dan mereka tidak menyadari sesungguhnya yang mereka kagumi dan sukai, masa lalunya adalah ulat

Ngomong-omong masalah kupu-kupu, Anda bisa menikmati keindahannya dengan mampir ke taman wisata Bantimurung, tepatnya 45 km, arah utara dari kota Makassar (south sulawesi), di sanalah surganya kupu-kupu, Anda akan melihat keindahan si ulat yang tak pernah dianggap.

Untuk menjadi kupu-kupu, ulat harus dibenci, diremehkan, dijauhi, disingkirkan dan tak seorang manusiapun memujinya, tapi melalui ketabahan dan kesabarannya, melewati pertapaan, keterasingan dan usaha tanpa lelah (ketekunan), lahirlah kupu-kupu nan indah (dan cantik) yang dikagumi oleh setiap kita.

Kadang kita cepat putus asa, ketika menghadapi kesulitan, … ketika tujuan tak tercapai,

merasa tak berdaya, ketika orang yang kita cintai pergi, ketika sahabat tak lagi setia, ketika mereka yang dipercaya menghianati,

merasa hina dan tak berguna, ketika dihina, diejek, dicaci-maki, padahal kita memperjuangkan hal yang benar

merasa hidup tak berarti, ketika semua orang menjauhi, karena kita tak sesempurna yang mereka inginkan.

Jika semua itu datang, ingatlah indahnya kupu-kupu.

Sebab yang terjadi di dunia ini, ketika melihat ulat, tak pernah terbayangkan betapa indahnya kupu-kupu dan ketika melihat indahnya kupu-kupu, terlupakan “menjijikannya” si ulat.

“Ketika Anda sedang menjadi ‘ulat’ hanya sedikit orang yang mampu melihat betapa berartinya Anda di mata mereka. Tetapi saat Anda sudah menjadi ‘kupu-kupu’ dan bermanfaat bagi semua orang, tak ada lagi yang akan melihat kekurangan dan kelemahan yang Anda miliki”

Tangguhlah seperti laba-laba, sabar dan tekun bagai ulat, dan Indah (bermanfaat) laksana Kupu-kupu

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*