GEMA MENARA – Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dibidang telekomunikasi dan informatika, berkembang pula modus kejahatan yang menyertainya. Sering kali masyarakat menerima pesan singkat (SMS) melalui telepone selulernya yang berisi tentang pengumuman pemenang undian berhadiah dari pihak tertentu.

Salah satunya adalah SMS pengumuman pemenang hadiah dari “PT. MKIOS” berikut ini :

mkios

SMS Pemenang Hadiah

Menerima pesan SMS seperti ini (gambar -red), bagi masyarakat awam tentu akan percaya begitu saja. Walaupun sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui bahwa pesan tersebut asli (resmi) atau penipuan.

Pertama, pesan dikirim oleh nomer pribadi. Jika pesan dari pihak penyelenggara undian resmi, tentu tidak menggunakan nomer pribadi, dan biasanya diumumkan melalui media cetak maupun televisi (jika disiarkan oleh stasion TV) dan dihubungi secara langsung.

Kedua, penulisan pesan tidak menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang benar, yaitu kata “dari” ditulis “Dri”, kata ”Berkat” ditulis “Brkat”, kemudian kata “Mendapat” ditulis “M-Dpt”.

Ketiga, “PT. MKIOS” (gadungan) ini menggunakan alamat website tidak berbayar. Dalam pesan tersebut “pemenang” diminta untuk membuka website “www.mkiosresmi111.blogspot.com” . Untuk diketahui bahwa untuk membuat dan mengelola website seperti ini (namadomain.blogspot.com.-red) dilakukan secara gratis. Pada umumnya perusahaan menggunakan alamat nama domain tingkat tinggi (berbayar), walaupun faktanya ada salah satu lembaga survey penyelenggara hitung cepat hasil pemilu presiden 2014 mengunakan alamat website gratisan, tentu hal tersebut menjadi pengecualian.

Berbeda dengan pengiriman SMS yang tampak asal-asalan, tetapi untuk halaman website, “PT.MKIOS” gadungan ini sekilas terlihat lebih “profesional”, berikut tampilan dari halaman website tersebut :

Halaman "MKIOS" Gadungan

Halaman “MKIOS” Gadungan

Walaupun sekilas asli, tetapi “call center” menggunakan nomer seluler pribadi (085335202111.-red).

Halaman berikutnya memuat pengumuman pemenang :

Halaman "MKIOS" Gadungan

Halaman “MKIOS” Gadungan

Untuk meyakinkan korban, pada halaman ini terdapat peringatan agar “pemenang” berhati-hati terhadap kasus penipuan. Selanjutnya pada kolom “Daftar Hadiah & Kode Pemenang PT. M-Kios”, terdapat ‘Kode Pemenang’ sama dengan yang dikirimkan via SMS.

Pada halaman ini juga terdapat foto dengan keterangan nama H. Marzuky Budiman, S.Kom. Pada saat “pemenang” menghubungi “call center” maka akan terdengar jawaban seseorang yang memperkenalkan diri dengan nama tersebut dengan jabatan sebagai direktur utama “PT.MKIOS” gadungan ini.  Hal ini tentu menjadi sesuatu yang tidak lazim dimana seorang direktur utama, merangkap sebagai petugas call center. Tetapi jangan salah justru kemungkinan modus tersebut digunakan untuk meyakinkan “pemenang”, bahwa mereka sedang berhubungan langsung dengan pengambil keputusan.

Halaman berikutnya, menjelaskan mengenai mekanisme pengambilan hadiah, serta biaya pengurusannya. Tetapi yang pasti semua keterangan dan informasi di halaman website tersebut adalah palsu alias modus penipuan. Selain itu terdapat juga foto seseorang berseragam polisi dengan keterangan nama ; Kombes Pol. Drs. Condro Kirono, MM, dengan NRP.61120710, diatas foto terdapat tulisan huruf kapital “DIPERTANGGUNG JAWABKAN LANGSUN DARI SAMSAT KEPOLISIAN POLDA METRO JAYA OLEH :”, terdapat kesalahan penulisan “LANGSUN'” seharusnya “LANGSUNG”, ini mengingatkan pada dialeg dari daerah tertentu di Indonesia.

Pada saat korban menghubungi nomer “call center”, maka korban akan digiring untuk melakukan transfer sejumlah uang kepada pelaku melalui nomer rekening tertentu yang diberikan oleh “Direktur Utama”

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar mengabaikan adanya pesan singkat (SMS) tentang pemenang hadiah palsu ini. Atau jika ragu diharapkan dapat menghubungi pihak terkait, misalnya jika pengirim mengatasnamakan Bank, maka konfirmasi ke pihak Bank yang dimaksud, jika  Operator Seluler maka konfirmasi ke kantor operator seluler terdekat, begitu juga jika mengatasnamakan MKIOS. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan sebaiknya laporkan pada pihak Kepolisian atau kepada pihak Babinkantibmas (Polisi di kelurahan/Desa) atau aparat pemerintah setempat atau paling tidak tanyakan kepada orang lain yang dianggap lebih paham.

Modus penipuan ini dari waktu ke waktu terus saja terjadi dan tidak sedikit korbannya di pihak masyarakat, tetapi sepertinya “dibiarkan” . Padahal untuk membongkar dan menghentikan modus kejahatan ini tidaklah sulit. Tidak sulit karena ; pertama pelaku kejahatan menggunakan nomer telepone seluler dari operator resmi Indonesia, sehingga pihak operator dapat melacak keberadaan pengguna nomer; kedua, pelaku kejahatan menggunakan nomer rekening yang terdaftar pada bank, yang artinya pihak aparat kepolisian dapat meminta pihak bank untuk memberikan data pemilik rekening yang digunakan untuk tindak kejahatan, dengan data tersebut polisi dapat menangkap dan menahan pelaku, karena sudah ada lebih dari 2 alat bukti. Mudah kan???

Akan tetapi mengingat tugas aparat juga sudah cukup banyak dan pihak operator juga sedang sibuk mengumpulkan laba dan memperluas jaringan,  sehingga mungkin keduanya belum dapat memprioritaskan untuk penanganan persoalan ini maka jalan terbaik adalah agar setiap orang pengguna telepone seluler berhati-hati serta waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang menggunakan media telepone seluler. Ingat bahwa kejahatan bukan hanya karena adanya niat dari pelaku tetapi juga didukung adanya kesempatan, karena itu jangan berikan peluang dan kesempatan kepada pelaku kejahatan.

1 Comment

  • ari efendi says:

    Kejahatan sperti ini seharusnya lebih extra di perhatikan oleh pihak yg berwajib, khususnya kepolisian dan operator terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*