Menjawab Tantangan Hari Ini

by yudhi trisnanta
Tujuan Hari Ini

Tujuan Hari Ini

GEMA JAVARAYA – Sahabat saya, Mas Udin, setiap harinya bekerja sebagai tenaga pengiriman air minum dalam kemasan (gallon) di sebuah perusahan ternama. Suatu ketika ia sebenarnya dalam kondisi kurang sehat, tampak sedikit pucat dan flu. Tetapi tidak ada tanda-tanda kalau dia harus mangkir kerja hari itu, bahkan masih tetap bersemangat dan energik seperti hari-hari sebelumnya. Saya pun menyarankan supaya ia istirahat saja di rumah.

Tapi ia malah menjawab “Mas, untuk diketahui, kalau hari ini aku tidak berangkat kerja, akan banyak orang yang akan menderita?”

“Paling istrimu yang susah karena nanti kamu pulang sudah KO” begitu  sahutku.

Kemudian ia berkata “Mas, di lima belas tahun terakhir hidupku ini, hari-hariku kupersembahkan bagi kehidupan banyak orang, yang kuhantar ke mereka (pelanggan) bukan sekedar air tetapi sumber kehidupan, sesuatu yang memberi mereka hidup, sesuatu yang memberi mereka kekuatan untuk bekerja, mencari nafkah, menghidupi keluarga serta sesuatu yang membuat setiap orang mampu bertahan melewati jalan hidupnya. Kalau tanpa air minum, sanggupkah mereka menjalani semua itu?”

“weleh…weleh…., sampean ini tukang air apa guru filsafat?” kataku

Sambil men-starter motor bututnya ia pun berangkat kerja seraya berkata “Mas, tidak ada yang membuatku lebih sakit selain tanggisan bayi-bayi yang hari ini tidak minum susu (formula) karna kemalasanku”

Ya..ya..ya.., sahabatku ini memang biasa, sudah lima belas tahun lebih dia melakukan suatu rutinitas pekerjaan, tetapi tidak membuatnya jenuh dan kehilangan motivasi diri. Seseorang bekerja karena suatu tujuan mulia, karena tujuan itulah ia terus termotivasi untuk bekerja

Di lain hari saya berada di bandara untuk suatu perjalanan dinas, karena saya seorang diri dan membawa banyak peralatan kerja maka saya mencari bantuan untuk mengankat sampai ke tempat pendaftaran (check-in). Tidak jauh dari tempat saya berdiri ada seorang bapak yang usianya sekira 60-an tahun, berseragam khusus. Kesehariaanya membantu orang-orang yang membutuhkan jasa tenaganya di bandara. Secara naluriah, ia pun menghampiri saya dan berkata “Mas, mari saya bantu angkat barang-barangnya”, saya pun spontan menanyakan ongkos jasa angkut yang harus saya berikan kepadanya. Tapi pak tua menjawab “Nak…., sejak umur saya masih 17 tahun sampai hari ini, pekerjaan saya memang seperti ini, mengangkat barang dari depan sini ke dalam sana atau sebaliknya dari dalam sana ke tempat ini, berapapun ikhlasnya, saya berterimakasih” sembari ia mengangkat barang-barang saya. Saya Cuma bisa mengikutinya tanpa bisa berkomentar atas jawabannya.

Bapak tua ini setiap hari dalam kurun waktu lebih dari empat puluh tahun, bekerja memindahkan barang, dari satu tempat ke tempat lain, demikian seterusnya sampai ia tak mampu lagi melakukannya.

Di tempat yang berbeda, saya berkesempatan melihat teman-teman yang sedang membangun menara telekomunikasi, kepada salah seorang pekerja yang bertugas mendirikan menara, saya bertanya ; mengapa ia begitu berani mengambil resiko dalam pekerjaan ini. Betapa tidak, mendirikan sebuah menara dengan ketinggian puluhan meter bukanlah  pekerjaan tanpa resiko, salah satunya adalah resiko jatuh dari ketinggian menanti setiap saat jika tidak waspada, yang dapat berakibat fatal.

Pekerja tersebut menjawab “Pak, saya menyadari besarnya resiko dari pekerjaan ini, tapi mau bagaimana lagi, keluarga saya tidak bisa makan dan anak-anak saya tidak bisa sekolah kalau saya tidak melakukan pekerjaan ini, dengan cara inilah saya mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, walaupun terkadang saya merasa lelah ”

Tiga orang dengan profesi dan cara pandang yang berbeda terhadap apa yang mereka lakukan dalam bekerja. Banyak orang merasa lelah, jenuh dan tak berdaya menghadapi hari-hari mereka yang selalu sama sepanjang hidupnya, tetapi tetap memiliki motivasi untuk tetap bekerja

Tiga orang tersebut, masing-masing mewakili ; penganut pemikiran idealis (mas Udin), realis (pak Tua) dan mereka yang pragmatis (si pekerja menara),

Begitupun ketika Anda hari ini memulai suatu aktivitas (baik bekerja, kuliah, sekolah, membantu sesama atau melakukan apapun), yang paling inti harus Anda tanyakan pada diri sendiri adalah ; “Apa motivasi saya???”

Buatlah motivasi diri Anda laksana matahari, yang tak pernah berkurang nyalanya, sebab hanya dengan motivasi diri yang senantiasa menyala, Anda tak kan pernah lelah dan jenuh menjalani hari-hari yang Sang Pencipta berikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*