GEMA JAVARAYA – Tanpa media komunikasi yang memadai, pernahkah terbayang, pada 2000-an tahun yang lalu bagaimana lambatnya komunikasi antar manusia yang berada pada tempat yang berjauhan, kekuatan komunikasi jarak jauh (telekomunikasi) tersebut hanya pada telapak kaki, betapa tidak untuk menyampaikan suatu informasi atau sekedar berbagi pengalaman hidup, seseorang (atau seorang yang ditugaskan) harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke tempat si penerima informasi. Dalam perkembangannya, perjalanan dibantu menggunakan binatang, yaitu dengan menunggang binatang tertentu (kuda, keledai, sapi, merpati dsb) yang akan menghantarnya,  selanjutnya dengan menggunakan binatang sebagai media (merpati pos).

Terlalu jauh bila kita menoleh 2000 tahun yang lalu, di 200-an tahun yang lalu saja komunikasi berjalan sangat lambat dan biasanya hanya sebatas jarak yang dapat ditempuh seseorang berjalan atau menunggang kuda dalam jangka waktu tertentu. Dengan terbatasnya media transportasi, orang-orang jarang bepergian selain hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Kemudian “keajaiban” pun terjadi (tahun 1800-an), manusia dapat menciptakan rel dan kereta api sebagai media tranportasi yang lebih cepat dan jarak tempuh yang lebih jauh, hampir bersamaan, bidang telekomunikasi mencapai suatu kemajuan yang sangat signifikan yaitu dengan ditemukannya telegraf, ini merupakan teknologi tercanggih di jamannya. Telegraf merupakan alat telekomunikasi pertama yang berguna untuk menyebarkan informasi lebih jauh dan lebih cepat dibandingkan dengan manusia yang berkelana atau burung merpati yang tidak begitu handal.

Di abad berikutnya (awal abad 20), tehnologi telekomunikasi maju pesat yaitu dengan ditemukannya telepone. Jika telegraf dengan Kode Morse yang lambat lambat dan menyusahkan, dengan ditemukannya telepone, komunikasi jarak jauh digantikan dengan kata-kata lisan. Selain telepone, alat transportasi juga berkembang, penemuan mobil sebagai media transportasi massal mulai dikembangkan baik desain maupun kuantitas produksinya, hal ini tentu meningkatkan mobilisasi manusia. Selain itu Surat Kabar dan Majalah mulai terdistribusi luas dengan sarana transportasi yang semakin baik.

Media telekomunikasi terus berkembang, diawali dengan kaki, kuda/merpati pos, telegraf, jasa titipan pos, surat kabar, telepone, kemudian televisi. Televisi merupakan jendela informasi yang sangat efektif sampai hari ini.

Kini abad 21, diawali dengan revolusi teknologi komunikasi, sejarah penemuan telegraf di abad 19 seakan berulang, revolusi menakjubkan itu kini bernama Internet, dan sebagai pengembangan dari telepone kabel, telepone seluler merupakan revolusi lanjutan dari penemuan telepone di abad yang lalu.

Jika di era penemuan telegraf, kekuatan kaki kuda digantikan oleh kecepatan Kode Morse dalam pengiriman berita mengoncang dunia kala itu, kini goncangan di  era Internet dengan jangkauan dan kecepatan yang luar biasa jauh lebih dahsyat dibanding sebelumnya.

Abad 21 telekomunikasi tak lagi dibatasi oleh lemahnya kaki melangkah, atau keterbatasan kuda dan merpati, atau ruwetnya Kode Morse, atau tak terjangkaunya bentangan kabel telepone,  tapi kini jendela dunia ada digenggaman tangan kita, komunikasi tak perlu menunggu dan tak terhalang jarak.

Akhirnya, kini saatnya mengucapkan :

SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H

MINAL AIDIN WALFAIDZIN – MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Lewat genggaman tanggan dan sentuhan jemari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*