GEMA JAVARAYA – Masyarakat saat ini sangat antusias dengan promosi penjualan berupa discount, betapa tidak, discount 75% artinya pembeli hanya membayar 25% dari harga barang atau 10% jika discount barang tersebut mencapai 90%. Sebuah fenomena tahunan menjelang Lebaran, dimana-mana, pusat-pusat perbelanjaan (terutama  yang berhubungan dengan fashion) menawarkan discount product yang gila-gilaan.

Discount sejatinya merupakan salah satu jenis promosi penjualan dengan melakukan pemotongan harga, dan lebih umum ditampilkan dengan prosentase (30%, 50% dsb)
Tentu masyarakat (baca : konsumen) mendapatkan keuntungan dari promo ini, sebab konsumen dapat menghemat sekian persen (misalnya 75%, atau 90% tergantung discount-nya) dari harga barang yang seharusnya dibayar untuk product tertentu.
Dari sisi penjual, tentu akan mendapatkan keuntungan yang optimal, sebab dengan potongan harga tersebut, volume penjualan diharapkan dapat meningkat, terlebih jika momennya menjelang lebaran, dimana animo masyarakat terhadap pembelian barang-barang tertentu meningkat tajam.
Fenomena ini terjadi di mana-mana, tetapi baiknya masyarakat mencermati, mengenai discount yang ditetapkan suatu tempat perbelanjaan.
Coba cermati apakah discount tersebut benar-benar potongan harga dari harga normal ataukah hanya potongan dari harga yang ditetapkan oleh penjual?
Sebagai ilustrasi,
Saya hendak menjual seekor ayam Jago, di pasar tradisional ayam sejenis milik saya dihargai Rp. 110.000,-, karena saya ingin Si Jago cepat laku, maka saya pasang pengumuman discount 50%
Logikanya ayam saya sekarang seharga Rp. 55.000,-
Ketika datang pembeli dan menanyakan harga, saya katakan, “bu’, ayam saya murah discount 50%…!”
si Pembeli nanya “Jadi harganya sekarang berapa?”
Saya jawab “Karena discount 50% harganya tinggal Rp.125.000,-…..maklum bu’ mau lebaran harga-harga pada naik, kalau tidak discount Rp. 250.000,- di tempat lain sampai 300 ribu lho bu”
Karena khawatir tidak dapat ayam “murah”, tanpa banyak tanya dan crosscek di tempat lain,  si Ibu pun membayar ayam sesuai harga setelah saya “discount” tadi.
Saya untung dan si Ibu pembeli juga (untung) dapat Si Jago.
Mari kita menjadi penjual yang Baik dan pembeli yang Bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*